Korupsi

Narkoba

Pembunuhan

Recent Posts

Reni Wanita Asal Garut Dibunuh Suaminya

1:19 AM 1 Comment
Reni Wanita Asal Garut Dibunuh Suaminya - Polisi menangkap pembunuh Reni Siti Nurhamjah (21) yang jasadnya ditemukan warga dibungkus karung di Desa Cibunder, Garut. Reni dibunuh oleh suaminya sendiri karena cerewet.



"Pembunuhan terhadap Reni ini dilakukan oleh suaminya atas nama Ganjar Nugraha (25). Suaminya sudah ditahan di Mapolres Garut," ucap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, melalui pesan singkat, Minggu (31/7/2016).

Polisi menaruh curiga kepada Ganjar karena saat dimintai keterangan dia menunjukan gelagat yang aneh. Setelah diinterogasi lebih lanjut akhirnya Ganjar mengakui semua perbuatannya.

"Jadi tersangka ini pada saat diperiksa jawabannya plin-plan. Karena curiga polisi lalu menginterogasi dan mengaku telah membunuh istrinya sendiri dengan cara dicekik," jelas Yusri.

Yusri mengatakan alasan Ganjar tega menghabisi nyawa istrinya karena masalah ekonomi. Istrinya dianggap cerewet soal keuangan rumah tangga.

"Motif pelaku melakukan pembunuhan karena dirinya merasa kesal terhadap korban, karena selalu cerewet dalam masalah ekonomi," kata Yusri.

Ganjar memiliki pekerjaan sebagai tukang ojeg di Kampung Nangewer, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Pengakuan Ganjir, penghasilannya yang tidak selalu besar sebagai tukang ojeg itu membuat istrinya selalu marah-marah hingga membuatnya kesal.

Ganjar membunuh Reni Kamis malam (14/7) lalu sekitar 20.00 WIB dengan cara dicekik. Setelah itu Ganjar memasuk jasad istrinya ke dalam karung palstik dan dibuang di wilayah Desa Cibunder, Kabupaten Garut.

Mayat Reni ditemukan warga Kampung Pesawahan, Desa Cibunder, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (31/7/2016) pagi. Ada bekas cekikan di leher Reni. Jasadnya dibawa ke RUSD Garut untuk dilakukan autopsi. Berita Kriminal)

Reni, Wanita Muda Asal Garut Dibunuh

12:30 AM 1 Comment
Reni, Wanita Muda Asal Garut Dibunuh - Reni Siti Nurhamjah (21) ditemukan tewas dengan badan dibungkus karung di Desa Cibunder, Garut. Ada bekas luka di leher Reni.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan mayat Reni ditemukan warga Kampung Pesawahan, Desa Cibunder, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (31/7/2016) pagi.



"Kejadiannya pukul 06.30 WIB. Kita dapat laporan dari Kapolres Garut, tentang adanya penemuan mayat seorang wanita dalam karung plastik," ucap Yusri melalui pesan singkat.

Yusri mengatakan korban dibunuh dengan cara dicekik. Hal ini terlihat dari adanya bekas luka cekikan di leher korban.

"Ada bekas luka kekerasan yang diterima oleh korban sebelum meninggal. Ini korban pembunuhan. Namun untuk kepastian penyebab kematiannya, korban saat ini dibawa ke RUSD Garut untuk dilakukan autopsi," terang Yusri.

Yusri menambahkan berdasarkan keterangan saksi, ada warga yang mengenali Reni saat mayatnya ditemukan. Reni merupakan warga Kampung Nangawer, Desa Cibunder, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut dan sudah memiliki suami.

"Korban ini katanya sudah menikah. Nanti penyidik sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengembangkan kasus ini," ucapnya.(Berita Kriminal)

Mengapa Hartoni Belum Dieksekusi Mati?

12:27 AM 1 Comment
Mengapa Hartoni Belum Dieksekusi Mati? - Prioritas Jaksa Agung HM Prasetyo dalam mengeksekusi mati para terpidana membuat masyarakat bertanya-tanya. Sebab selain Freddy Budiman, masih banyak terpidana yang juga 'mandi uang' di penjara karena terus jualan narkoba. Tapi mereka tak kunjung dieksekusi mati. Mengapa?



Dalam catatan detikcom, Minggu (31/7/2016), salah terpidana tersebut adalah Hartoni. Pria kelahiran 26 Februari 1960 itu awalnya dipidana 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin karena mengedarkan narkoba. Dua tahun merasakan bui di Banjarmasin, ia dipindahkan ke LP Narkotika Nusakambangan dengan tujuan meminimalisir sepak terjang Hartoni.

Tapi apa nyana, di dalam penjara itu Hartoni malah semakin membabi buta mengedarkan narkoba dari Alcatraz-nya Indonesia itu. Akal bulus warga Darmo Satelit, Surabaya itu bekerja yaitu dengan membangun kandang sapi di samping Lapas Narkotika, Nusakambangan pada 2009. Dalam mendirikan kandang sapi ini, ia mendapat restu dari Kalapas yaitu Marwan Fadli dengan dalih Hartoni telah memasuki masa asimilasi.

Tapi siapa nyana, dari kandang sapi ini, pemilik nama asli Giam Hwei Liang itu mengoperasikan bisnis narkobanya dengan cara menelepon anak buahnya di berbagai penjuru Indonesia karena dari dalam LP sinyal diacak. Hartoni juga berjualan narkoba di dalam LP dengan pura-pura memesan pakan ternak dari luar Nusakambangan. Tapi dalam plastik pakan ternak disisipi paket sabu.

Berikut contoh beberapa transaksi yang terendus:

12 Oktober-20 Januari 2011
Hartoni mengendalikan jaringan narkobanya di seluruh penjuru Indonesia dengan omset Rp 4,9 miliar dengan memakai rekening atas nama May Wulandari-Surya Sunarta.

November 2009-Desember 2010
Hartoni mengendalikan jaringan narkobanya di seluruh penjuru Indonesia dengan omset Rp 256 juta dengan memakai rekening atas nama May Wulandari-Amin Sunarta.

Desember 2009-Maret 2010
Hartoni mengendalikan jaringan narkobanya di seluruh penjuru Indonesia dengan omset Rp 1,6 miliar dengan memakai rekening atas nama Hendry Wijaya.

Hartoni mengendalikan jaringan narkobanya di seluruh penjuru Indonesia dengan omset Rp 1,7 miliar dengan memakai rekening atas nama May Wulandari-Rahmadaniah.

Juni 2010
Hartoni memesan 600 gram sabu dari Syafrudin alias Kapten dengan harga Rp 540 juta. Paket sabu itu sampai di kandang sapi dan dijual eceran di dalam LP.

2009-2010
Hartoni mengoperasikan sabu di Banjarmasin seberat 15 kg dengan keuntungan Rp 3 miliar.

Januari 2011
Terjadi transaksi narkoba di bawah jaringan Hartoni sebesar Rp 519 juta.

15 Februari 2011
Hartoni meminta Cahyono untuk menjadi pengecer dalam LP.

Dari keuntungan itu, uang tersebut dibagi-bagi ke timnya dalam beberapa tahap, antara lain:

1. Andhika Permana Rp 68 juta
2. Dhiko Aldila Rp 14 juta
3. Rinal Kornial Rp 15 juta
4. Rismayana Rp 50 juta.
5. Fob Budhiyono Rp 100 juta.
6. Koming Dewi Sapta Rp 273 juta.
7. Saipul Abu Gozala Rp 1,1 miliar.
8. Sesilia Natalie Rp 1 miliar.
9. Selpih Rp 842 juta.
10. Andhika Permana Rp 113 juta
11. Fob Budhiyono Rp 42 juta.
12. Tata Hidayat Rp 145 juta
13. Koming Dewi Sapta Rp 145 juta.
14. Saipul Abu Gozala Rp 285 juta.
15. Selpih Ro 203 juta.

Siapakah mereka yang terlibat dalam kasus pencucian uang ini? Ternyata Bob merupakan Kepala Sub Bidang Pembinaan dan Pendidikan Lapas, Dhiko Aldila dan Andhika Permana Dirgantara adalah anak kandung Marwan, Rinal Kornial adalah cucu Marwan dan Rita-May merupakan anak buah Hartoni.

Pada Februari 2011 polisi membekuk aksi operasi jaringan narkoba dari balik penjara tersebut. Mereka lalu diadili dan dihukum:

1. Hartoni yang awalnya dihukkum 8 tahun penjara diperberat menjadi hukuman mati.
2. Syafrudin dihukum mati.
3. Marwan Adli dihukum 13 tahun penjara.
4. Fob dihukum 7 tahun penjara.
5. Dhiko Aldila (anak kandung Marwan) dihukum 1,5 tahun penjara.
6. Andhika Permana Dirgantara (anak kandung Marwan) dihukum 2,5 tahun.
7. Rinal Kornial (cucu Marwan) dihukum 1 tahun penjara.
8. Rita Juniati (pembantu Hartoni) dihukum 2,5 tahun penjara.
9. May Wulandari (pembantu Hartoni) dihukum 2,5 tahun penjara.

Dengan gurita narkoba di atas, Hartoni dan Syafrudin masih saja dibiarkan menghirup udara bebas di dalam penjara. Putusan mati itu hingga saat ini belum dilaksanakan padahal sepak terjang Hartoni dkk lebih ganas daripada Freddy Budiman. Sebab Hartoni malah bisa menyuap kalapas khusus narkoba itu dan menjadikan Marwan sebagai cecunguknya.

Sampai kapan hukuman mati Giam Hwei Liang digantung? (Berita Kriminal)

Eksekusi Jilid 3 Sudah Dilakukan Pukul 00.45 WIB

12:22 AM 3 Comments
Eksekusi Jilid 3 Sudah Dilakukan Pukul 00.45 WIB - ampidum Noor Rachmad memastikan ada terpidana yang sudah dieksekusi mati. Salah satunya adalah Freddy Budiman.



"Barusan jam 00.45 dilaksanakan eksekusi mati terhadap beebrapa narapidana mati," kata Noor saat jumpa pers didampingi Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono di dermaga Nusakambangan, Jateng, Jumat (29/7/2016) dinihari.

Salah satu napi yang dieksekusi adalah Freddy Budiman. Dia adalah napi narkoba yang sangat berbahaya. Menjual narkoba di berbagai tempat dan divonis mati.

"Pertama adalah Freddy Budiman," kata Noor.

Hingga pukul 02.23 WIB, jumpa pers masih berlangsung. (Berita Kriminal)

Pelaku Pencurian di Medan Akhirnya Tewas

7:28 PM Add Comment
Pelaku Pencurian di Medan Akhirnya Tewas - Pelaku pencurian mobil yang baku tembak dengan dua orang personel kepolisian di Medan, Sumut meninggal dunia. Sementara, dua orang polisi yang bertugas di Satreskrim Polresta Medan itu dikabarkan kondisinya dalam keadaan stabil dan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan.

"Pelaku (atas nama) Ramdan Putra (20), meninggal dunia sekitar pukul 01.45 WIB dinihari tadi akibat kebocoran paru," kata Kepala RS Bhayangkara Medan Kombes Pol Farid Amansyah kepada detikcom Sabtu (9/7/2016).


Farid menyatakan, pelaku mengalami luka tembak di bagian paha kanan, lengan bawah kanan dan dada kiri. Kini, jenazah pelaku tersebut masih berada di RS Bhayangkara Medan.

Sementara itu, kondisi dua orang personel polisi, Aiptu Jhonson Hutajulu (51) dan Bripka Diswanto Purnomo Rumapea (38) dalam keadaan stabil dan masih dalam perawatan di RSUP Haji Adam Malik Medan.

"Aiptu Jhonson mengalami luka tembak pada ketiak kiri dan pipi kiri, keadaan stabil dan dalam perawatan. Sementara Diswanto telah menjalani operasi rekonstruksi bedah plastik akibat luka tembak mengenai hidung, kondisinya stabil," terang Farid.

Seperti diberitakan, baku tembak tersebut terjadi pada Jumat (8/7). Polisi saat itu sedang menyamar dan melakukan transaksi jual beli mobil Fortuner dengan pelaku.

Diketahui, pelaku tersebut mencuri di Rumah AKBP Ahyan, Kasubdit 4 Intelkam Polda Sumut yang terletak di Kecamatan Medan Polonia, Medan.

Pelaku kemudian dibawa untuk menunjukkan keberadaan mobil tersebut. Namun, saat diperjalanan, tepatnya di Jalan Flamboyan, Medan, pelaku tersebut curiga dan berusaha kabur.

"Pelaku melakukan perlawanan. Kemudian terjadi pergulatan saat itu. Tak lama kemudian pelaku berusaha kabur dan melakukan penembakan terhadap petugas (polisi). Terjadi baku tembak," kata Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto. (Berita Kriminal)